Percepat Pemulihan Warga, Huntara di Sumbar Mulai Direalisasikan Pemerintah

Percepat Pemulihan Warga, Huntara di Sumbar Mulai Direalisasikan Pemerintah

Huntara di Sumbar mulai direalisasikan pemerintah (Foto: Dok BNPB)

 Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pembangunan huntara dilakukan secara bertahap di beberapa kabupaten dan kota. Di Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan huntara berlokasi di Jorong Taratak Teleng, Nagari Puluik-Puluik, yang saat ini masih berada pada tahap persiapan pelaksanaan dengan proses pematangan lahan.

“Saat ini, proses pematangan lahan. Tahap I alokasi untuk 73 kepala keluarga,” demikian laporan BNPB, dikutip Kamis (18/12/2025).

Sementara itu, di Kabupaten Lima Puluh Kota, pelaksanaan pembangunan huntara telah dimulai sejak 15 Desember 2025. Pembangunan dilakukan menggunakan format kopel atau barak sebagai solusi hunian sementara bagi warga terdampak.

“Tahap I telah dimulai sebanyak 60 kepala keluarga, yaitu unit dalam format kopel atau barak. Kapasitas dalam satu kopel atau barak sebanyak lima unit, sehingga target pembangunan tahap awal sebanyak 12 kopel atau barak,” tulis BNPB dalam laporannya.

Soroti Bencana di Sumatera, Prabowo Minta Penegakan Hukum Diperketat!

Soroti Bencana di Sumatera, Prabowo Minta Penegakan Hukum Diperketat!

Presiden Prabowo Subianto

 Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa pelajaran penting dari bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera adalah perlunya negara bersikap tegas, dalam mengelola sumber daya alam serta tidak tunduk pada kepentingan segelintir pihak, termasuk korporasi.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.

Menurut Prabowo, salah satu pelajaran utama dari rangkaian bencana tersebut adalah pentingnya pengelolaan sumber daya nasional secara disiplin dan berkelanjutan. Ia menyoroti masih maraknya kebocoran akibat praktik ilegal, seperti pembalakan hutan, pertambangan ilegal, dan penyelundupan, yang berdampak besar terhadap perekonomian dan lingkungan.

“Pelajaran yang kita simak dari semua ini adalah bahwa kita perlu benar-benar mengelola sumber daya kita. Banyak sekali sumber daya kita yang bocor sedikit demi sedikit, dan ini harus kita tutup,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara serius dan menyeluruh, termasuk terhadap aparat negara yang terlibat atau melindungi aktivitas ilegal.

Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat, TNI–Polri Garda Terdepan!

Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat, TNI–Polri Garda Terdepan!

Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat

Presiden Prabowo Subianto memastikan percepatan penanganan bencana di wilayah Sumatra dengan mengerahkan seluruh kekuatan negara, termasuk TNI dan Polri yang berada di garis terdepan membantu masyarakat terdampak.

Prabowo kembali turun langsung ke daerah terdampak bencana di Sumatera pada hari kedua peninjauannya ke Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).

Prabowo menyambangi Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Sebelumnya, Prabowo mengunjungi Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah.

“Jadi ini adalah kunjungan kesekian kalinya bagi Bapak Presiden untuk memastikan beliau memberikan support, memberikan dorongan moril kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana dan sekaligus memastikan penanganan, proses untuk dipercepat,” ujar Prasetyo di Langkat.

Dalam setiap kunjungan tersebut, Prabowo hadir bersama menteri-menteri terkait serta jajaran keamanan negara. Prasetyo menegaskan bahwa sejak awal bencana, TNI dan Polri menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat.

“Beliau hadir bersama dengan menteri-menteri terkait, ada Menteri PU, ada Menteri ESDM, kemudian Panglima TNI, Kapolri yang sejak terjadinya bencana sampai hari ini semua menjadi garda terdepan di dalam membantu masyarakat kita,” katanya.

Prasetyo mengatakan, kehadiran langsung Prabowo di lokasi terdampak sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan maksimal kepada korban bencana.

“Ini sekaligus juga membuktikan bahwa Bapak Presiden benar-benar ingin memberikan yang terbaik, memberikan support yang terbaik. Segala kekuatan dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana,” ujarnya.

Kadobet Daftar

Peristiwa 12 Desember: Hari Transmigrasi hingga Tsunami Dahsyat Flores 1992

Peristiwa 12 Desember: Hari Transmigrasi hingga Tsunami Dahsyat Flores 1992

Tsunami (foto: freepik)

 Setiap tanggal 12 Desember tercatat berbagai peristiwa penting dan bersejarah yang layak dikenang. Salah satunya adalah tsunami dahsyat yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berikut rangkuman Okezone dari berbagai sumber, termasuk Wikipedia.org:

1950 – Hari Transmigrasi

Pada tanggal 12 Desember 1950, dilaksanakan program transmigrasi pertama di Indonesia, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Transmigrasi. Pada tahun tersebut, pemerintah mengirimkan 25 kepala keluarga atau 98 jiwa dalam transmigrasi perdana dengan tujuan awal Lampung dan Lubuk Linggau.

1973 – Hari Kelahiran Desy Ratnasari

Desy Ratnasari lahir pada 12 Desember 1973 di Sukabumi, Jawa Barat. Selain dikenal sebagai aktris film dan sinetron, Desy juga berkarier sebagai model, bintang iklan, penyanyi, pembawa acara, dan politisi Indonesia. Sejak 2014, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).

1992 – Tsunami Melanda Pulau Flores

Gempa bumi Flores pada Desember 1992 tercatat berkekuatan 7,8 skala Richter dan berpusat di lepas pantai Flores, Indonesia.

Pada 12 Desember 1992 pukul 13.29 WITA, gempa tersebut memicu tsunami setinggi hingga 36 meter yang menghantam pesisir Flores. Bencana ini menewaskan lebih dari 2.100 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan menyebabkan 5.000 warga mengungsi.

Wilayah yang terdampak paling parah antara lain Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur. Sedikitnya 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 fasilitas lainnya hancur akibat bencana ini.

RS Polri Berhasil Identifikasi 3 Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone, Ini Daftarnya

RS Polri Berhasil Identifikasi 3 Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone, Ini Daftarnya

Kepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono

 Rumah Sakit Tingkat I Bhayangkara Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Selasa (9/12/2025). Identifikasi dilakukan setelah Tim DVI Polri menggelar sidang rekonsiliasi pada malam hari.

Kepala Rumah Sakit Tingkat I Bhayangkara Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, mengatakan tiga jenazah tersebut teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti pribadi.

“Pada malam ini telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi dan diputuskan tiga jenazah berhasil diidentifikasi,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Adapun ketiga korban yang teridentifikasi ialah Rufaidha Lathifunnisa (22), Novia Nurwana (28), dan Yoga Valdier Yaseer.

Prima menjelaskan, penyebab kematian belum dapat disimpulkan secara pasti. Namun dugaan sementara korban meninggal akibat menghirup karbonmonoksida dalam jumlah besar saat kebakaran terjadi.

“Kemungkinan karena menghirup gas CO₂. Pemeriksaan yang kami lakukan masih pemeriksaan luar,” katanya.

Kepala BNPB Lapor ke Prabowo Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumatera

Kepala BNPB Lapor ke Prabowo Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumatera

Kepala BNPB Lapor ke Prabowo Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumatera

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih terkait bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera, Minggu (7/12/2025) malam.

Dalam ratas tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebutkan korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor mencapai 921 orang.

“Per hari ini Bapak Presiden untuk korban jiwa meninggal dunia sebanyak 921 orang, 392 yang masih hilang dan mengungsi 975.079,” ucap Suharyanto saat rapat terbatas bersama Prabowo.

Suharyanto merincikan, untuk di wilayah Aceh korban meninggal dunia sebanyak 366 orang. Kemudian untuk korban hilang 97 orang dan 914.200 orang mengungsi.

Untuk Aceh kami laporkan untuk yang terisolir. Daerah yang masih cukup berat ada Bener Meriah dan Aceh Tengah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi pengungsian korban banjir dan longsor di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Prabowo menargetkan seluruh jembatan yang rusak selesai diperbaiki dalam waktu satu hingga dua minggu.

Jp500 Login

Prabowo Tegaskan Reaksi Pemerintah Cepat Atasi Bencana Sumatera: 50 Helikopter Sedang Bergerak

Prabowo Tegaskan Reaksi Pemerintah Cepat Atasi Bencana Sumatera: 50 Helikopter Sedang Bergerak

Presiden Prabowo

Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dalam menangani musibah yang melanda kawasan Pulau Sumatera. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, utuh, dan mampu menghadapi berbagai cobaan.

“Kita buktikan, rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah. Kita sudah buktikan sekarang, rakyat melihat, ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita, tapi alat-alat negara segera hadir,” ujar Prabowo dalam pidatonya pada Puncak HUT ke-61 Partai Golkar, Jumat (5/12/2025).

Prabowo mengatakan, beberapa pihak mungkin tidak menyangka Indonesia mampu mengerahkan begitu banyak helikopter untuk operasi penanganan bencana. Namun, ia menegaskan bahwa saat ini negara sudah mampu menggerakkan hingga 50 helikopter sekaligus.

“Mungkin beberapa bulan, beberapa tahun yang lalu tidak ada yang bisa memperkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. Lima puluh helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah,” tegas Prabowo.

Jejak Sejarah 4 Desember: Berdirinya GAM hingga Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines

Jejak Sejarah 4 Desember: Berdirinya GAM hingga Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines

Berdirinya Gerakan Aceh Merdeka (foto: Okezone)

Sejumlah peristiwa dan catatan sejarah penting, baik di dalam maupun luar negeri, terjadi pada tanggal 4 Desember. Beberapa di antaranya adalah berdirinya Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Untuk mengingat maupun menambah wawasan sejarah, berikut rangkuman sejumlah peristiwa penting tanggal 4 Desember dari Wikipedia:

1. Berdirinya Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

Pada 4 Desember 1976, Hasan di Tiro dan para pengikutnya mengeluarkan pernyataan perlawanan terhadap pemerintah Indonesia melalui organisasi Aceh Merdeka.

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah sebuah organisasi separatis yang bertujuan memisahkan Aceh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang berlangsung sejak 1976 telah menyebabkan sekitar 15.000 korban jiwa. Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF). GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro selama hampir tiga dekade saat ia bermukim di Swedia dan menjadi warga negara Swedia. Pada 2 Juni 2010, ia kembali memperoleh kewarganegaraan Indonesia, tepat satu hari sebelum meninggal dunia di Banda Aceh.

Soal Kesetaraan Ijazah Gibran, Kemendikdasmen: Dokumen Rahasia

Soal Kesetaraan Ijazah Gibran, Kemendikdasmen: Dokumen Rahasia

Sidang gugatan ijazah Gibran Rakabuming Raka

 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan dokumen penyertaan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming merupakan dokumen rahasia atau informasi publik yang dikecualikan. Hal itu terkait penyertaan ijazah kelulusan Gibran dari Universitas of Technology (UTS) Insearch Sydney digugat oleh pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, ke Komisi Informasi Pusat (KIP).

Dalam persidangan perdana perkara nomor 083/X/KIP-PSI/2025, Majelis Komisioner Syawaludin menanyakan alasan Kemendikdasmen tidak memberikan dua dokumen yang diminta oleh Bonatua. Pegawai PPID Kemendikdasmen menyebut dokumen yang diminta Bonatua merupakan informasi publik yang dikecualikan.

Nah, informasi yang diminta pemohon ini menurut Anda dikecualikan tidak?” tanya Majelis Komisioner Syawaludin dalam ruang sidang KIP, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

“Informasi yang diminta ini berdasarkan hasil uji konsekuensi kami, itu adalah informasi yang dikecualikan,” jawab pegawai Kemendikdasmen.

Sekadar informasi, Bonatua mengajukan permohonan dua dokumen kepada Kemendikdasmen karena mengklaim dokumen tersebut merupakan informasi publik. Dua dokumen tersebut yakni: salinan surat keterangan kesetaraan pendidikan Grade 12 (UTS Insearch, Sydney, 2006) atas nama Gibran Rakabuming Raka; dan salinan notulensi rapat tim penilai kesetaraan ijazah yang menjadi dasar penerbitan surat keterangan tersebut.

“Yang dikecualikan yang mana, permintaan nomor 1 atau nomor 2?” ucap Syawaludin.

“Permintaan nomor 1 dan nomor 2,” jawab pegawai Kemendikdasmen.

Polri Terbangkan Bantuan Logistik ke Wilayah Sulit Terjangkau di Aceh, Sumut dan Sumbar

Polri Terbangkan Bantuan Logistik ke Wilayah Sulit Terjangkau di Aceh, Sumut dan Sumbar

Polri terbangkan bantuan logistik ke wilayah sulit terjangkau di Aceh, Sumut dan Sumbar

Polri mengirimkan bantuan logistik via udara untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pendistribusian itu dilakukan ke wilayah yang sulit dijangkau.

Waastamaops Kapolri, Irjen Laksana, menjelaskan bantuan tersebut dikhususkan untuk masyarakat yang terdampak dan sangat segera memerlukan bantuan.
“Pagi hari ini kita bersama-sama berada di Pondok Cabe, Pol Udara, untuk melaksanakan pendorongan bantuan kepada masyarakat yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Laksana di Mako Polisi Udara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (29/11/2025).

Ia menekankan percepatan pengiriman dilakukan agar masyarakat dapat bertahan dalam kondisi darurat. “Pendorongan logistik ini kita upayakan secepatnya agar dapat membantu masyarakat, sehingga mereka dapat bertahan dalam keadaan yang darurat,” ujarnya.

Laksana menjelaskan fasilitas udara telah disiapkan secara maksimal. “Fasilitas udara sudah siap, rekan-rekan bisa lihat sendiri. Dari Mabes Polri kita mendorong bantuan dari Pondok Cabe, sedangkan dari masing-masing polda akan didorong menggunakan kapal terdekat atau helikopter yang ada di polda sekitar,” ucapnya.

Pengiriman bantuan dilakukan hari ini dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak menentu. “Bapak Kapolri memerintahkan agar segera membantu menyelesaikan masalah-masalah di daerah terdampak, baik kekurangan bahan makanan, peralatan seperti genset, alat komunikasi, alat-alat SAR seperti perahu karet, pelampung, maupun peralatan medis,” ujarnya.