Selebgram yang Sempat Ditahan Junta Myanmar Bertemu Pimpinan DPR

Selebgram yang Sempat Ditahan Junta Myanmar Bertemu Pimpinan DPR

Pimpinan DPR menerima audiensi Arnold Putra (AP)

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama pimpinan DPR lainnya menerima audiensi Arnold Putra (AP), selebgram dan konten kreator yang sempat ditahan junta militer Myanmar. Arnold ditahan karena dituduh membiayai pemberontak di Myanmar.

Pertemuan pimpinan DPR dan Arnold berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Puan menegaskan negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia yang mengalami permasalahan hukum di luar negeri.

Proses pembebasan Arnold melalui jalur diplomasi memerlukan waktu yang panjang. DPR RI bergerak cepat demi mencegah potensi risiko yang lebih besar.

“Kami berpikir, di mana pun warga negara kalau perlu mendapatkan perlindungan atau dibebaskan dari penahanan negara lain, tentu saja harus dibebaskan secepatnya,” kata Puan, Jumat (25/7/2025).

“Alhamdulillah setelah kami bicara di media, semuanya menjadi proaktif membantu. Jangan sampai sudah telat, karena situasi di Myanmar itu sangat tidak pasti, berada di bawah kekuasaan militer,” ujarnya.

Legislator PDIP itu juga memberikan nasihat kepada Arnold agar lebih berhati-hati di masa depan, khususnya dalam memilih tujuan perjalanan dan mematuhi hukum setempat. Ia menyoroti aktivitas Arnold yang sempat mendokumentasikan tempat-tempat eksotik, yang bisa saja disalahartikan oleh otoritas setempat.

“Mungkin lain kali jangan pergi ke tempat seperti itu. Karena kejadian ini bisa menyebabkan negara lain melarang kamu masuk. Ini jadi pembelajaran, bukan cuma buat kamu, tapi juga teman-teman lain,” tegasnya.

Kebakaran Rumah di Semarang, 5 Orang Tewas Terpanggang Termasuk Ibu Hamil

Kebakaran Rumah di Semarang, 5 Orang Tewas Terpanggang Termasuk Ibu Hamil

Kasus Kebakaran di Semarang

 Kebakaran tragis terjadi di Jalan Pesanggrahan Raya No. 25/27, Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jumat (25/7/2025) dini hari. 

Lima orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut, termasuk seorang ibu hamil yang tengah mengandung enam bulan. Para korban diduga masih satu keluarga.

Kelima korban yang meninggal dunia telah teridentifikasi yaitu Aminah (65), Amalia (33), sedang hamil 6 bulan; Muhammad Aditya (14), Kimora Azzalea Rachmadi (4), dan Saidah (55).

Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar, membenarkan bahwa kelima korban tersebut tewas dalam insiden tersebut.

“Lima korban meninggal dunia, termasuk satu orang yang sedang mengandung kurang lebih 6 bulan,” ujar Kompol Aris Munandar kepada wartawan, Jumat pagi.

Perang Thailand-Kamboja: Korban Tewas Bertambah Jadi 12 Orang, Sebagian Besar Warga Sipil

Perang Thailand-Kamboja: Korban Tewas Bertambah Jadi 12 Orang, Sebagian Besar Warga Sipil

Kamboja meluncurkan roket ke wilayah Thailand dalam pertikaian terbaru antara kedua negara.

Bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja di perbatasan kedua negara telah menewaskan setidaknya 12 orang, kata pihak berwenang Thailand. Pertempuran ini menandai eskalasi pertikaian antara kedua negara tetangga Asia Tenggara yang telah berlangsung lebih dari satu abad.

Menurut militer Thailand, sebagian besar korban adalah warga sipil dari tiga provinsi di Negeri Gajah Putih itu. Sementara itu, Kamboja belum mengonfirmasi apakah ada korban jiwa.

Kedua belah pihak saling tembak pada Kamis (24/7/2025) pagi, dengan masing-masing pihak mengklaim bahwa pihak lain telah memicu konflik. Konflik meningkat dengan cepat, dengan Thailand menuduh Kamboja menembakkan roket dan Bangkok melancarkan serangan udara terhadap sasaran militer Kamboja.

Thailand telah menutup perbatasannya dengan Kamboja, sementara Kamboja telah menurunkan tingkat hubungannya dengan Thailand, menuduh militer Thailand menggunakan “kekuatan berlebihan”.

Kedua negara telah meminta warganya yang berada di dekat perbatasan untuk meninggalkan wilayah tersebut, dengan Thailand mengevakuasi 40.000 warga sipil ke lokasi yang lebih aman.

“(Pertempuran) ini benar-benar serius. Kami sedang dalam proses evakuasi,” ujar Sutian Phiwchan, seorang penduduk lokal distrik Ban Dan di Provinsi Buriram, Thailand, dekat perbatasan Kamboja, kepada BBC.

Indonesia Serukan Thailand dan Kamboja Selesaikan Konflik Lewat Jalur Damai

Indonesia Serukan Thailand dan Kamboja Selesaikan Konflik Lewat Jalur Damai

Konflik bersenjata Thailand dan Kamboja maih berlangsung

Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja. Ketegangan yang melibatkan pengerahan militer tersebut memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berharap kedua negara kembali menempuh cara-cara damai dalam menyelesaikan perbedaan. Indonesia menekankan pentingnya penyelesaian konflik sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam ASEAN serta Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC).

“Kami yakin, sebagai negara yang bertetangga, kedua negara akan kembali ke cara-cara damai untuk menyelesaikan perbedaan mereka—tentunya sejalan dengan prinsip-prinsip yang tercermin dalam Piagam ASEAN dan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama,” demikian pernyataan Kemlu RI, Jumat (25/7/2025).

Pemerintah Indonesia juga memantau secara intensif perkembangan situasi, khususnya terkait keberadaan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal atau berada di wilayah terdampak. Hingga saat ini, belum ada laporan korban atau WNI yang terdampak langsung oleh konflik tersebut.

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja terkait perbatasan bukanlah hal baru. Salah satu titik rawan yang kerap menjadi sumber perselisihan adalah kawasan di sekitar Candi Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO yang diklaim oleh kedua negara.

Satgas Pangan Polda Metro Sidak di Pasar Induk Beras Cipinang

Satgas Pangan Polda Metro Sidak di Pasar Induk Beras Cipinang

Satgas Pangan Polda Metro Jaya sidak ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur

Satgas Pangan Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (25/7/2025). Sidak digelar untuk mencegah peredaran beras oplosan yang marak belakangan ini.

Kegiatan itu dipimpin Kasubdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, AKBP M. Ardila Amry. Dari pantauan Okezone, sidak berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB.

Ardila tampak didampingi Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Mohammad Nasrin serta Kasub Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas KPKP, Solihin.

Ardila langsung menuju salah satu toko beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Di sana, Ardila tampak berbincang dengan salah satu pedagang beras dan bertanya tentang beras premium.

“Beras premium yang mana?” kata Ardila kepada salah satu pedagang.

Merespons itu, pedagang tersebut langsung menunjukkan beras premium yang dijajakannya. Ardila pun langsung mengambil sampel beras premium di sana.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menaikkan kasus beras oplosan ke tahap penyidikan. Ditemukan unsur pidana dalam perkara yang merugikan masyarakat tersebut.

Pendukung Hasto Padati Jalan Bungur Besar Raya Jelang Sidang Vonis di PN Jakpus

Pendukung Hasto Padati Jalan Bungur Besar Raya Jelang Sidang Vonis di PN Jakpus

Pendukung Hasto sudah memadati Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, akan menghadapi sidang putusan terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu anggota DPR RI dan perintangan penyidikan. Sidang akan dimulai setelah salat Jumat atau pukul 13.30 WIB.

Kendati begitu, massa pendukung Hasto sudah memadati Jalan Bungur Besar Raya beberapa jam sebelum sidang dimulai. Pantauan di lokasi, massa pendukung Hasto sudah berkumpul di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat sekira pukul 10.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, mayoritas dari mereka mengenakan pakaian berwarna hitam. Sejumlah bendera dengan warna hitam dan merah pun mereka kibarkan.

Mobil komando turut bersiap di lokasi dan melantunkan sejumlah lagu. Beberapa poster yang berisi dukungan kepada Hasto juga dibentangkan.

“Wahai hakim, ingat hukum akhirat akan sampai dengan keluargamu,” tulis salah satu spanduk.

Bukan hanya itu, terdapat keranda mayat hitam lengkap dengan bunga yang bertuliskan “matinya demokrasi.”

Sebanyak 1.658 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya sidang vonis. Personel keamanan merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek.

Suami Diduga Pelaku Pembunuhan Istri di Malang Tewas, Polisi Hentikan Penyelidikan

Suami Diduga Pelaku Pembunuhan Istri di Malang Tewas, Polisi Hentikan Penyelidikan

Polisi hentikan kasus suami bunuh istri di Malang

Polisi menutup penyelidikan kematian tak wajar pasangan suami istri (pasutri) di Malang. Sang perempuan, Iin Handayani (39), warga Gang Putuk Dusun Tegalrejo RT 5 RW 10 Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, diduga kuat dibunuh setelah mengalami luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya.

Kapolsek Lawang AKP Moh. Lutfi menyampaikan, kasus kematian Iin Handayani yang diduga dibunuh oleh suaminya sendiri itu dinyatakan gugur alias dihentikan karena terduga pelaku sudah meninggal. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, terduga pelaku memang mengarah kepada Arik Wicaksono (41), suami korban.

“Ya, gugur. Pelaku pembunuhan korban itu kuat (diduga) suaminya, dikuatkan dengan keterangan anak-anaknya. Pasutri ini bertengkar pada hari Senin,” kata Lutfi, Jumat (25/7/2025).

Lutfi menjelaskan, terduga pelaku meninggal dunia setelah menusuk istrinya berkali-kali dan kemudian memutuskan untuk gantung diri. Berdasarkan penyelidikan, saat kejadian hanya ada Arik dan istrinya di dalam rumah, sementara orang tua korban berada di halaman samping.

“Pertengkaran itu sudah sering terjadi, itu keterangan anaknya yang menguatkan dugaan pembunuhan oleh suami. Dia (suami korban) tidak memiliki pekerjaan. (Penyebab pembunuhan) bisa jadi karena faktor ekonomi,” terangnya.

KBPP Polri Perkuat Regenerasi Pemimpin Muda melalui Kaderisasi Nasional 2025

KBPP Polri Perkuat Regenerasi Pemimpin Muda melalui Kaderisasi Nasional 2025

Ketua Umum KBPP Polri, Evita Nursanty

Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) menggelar kegiatan Kaderisasi Nasional Tahun 2025 di Satuan Pelatihan (Satlat) Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat regenerasi dan membentuk kader-kader muda yang unggul, disiplin, serta berintegritas tinggi.

Ketua Umum KBPP Polri, Evita Nursanty, menegaskan kaderisasi bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk mencetak kader yang tangguh, kuat, dan siap melanjutkan peran strategis di dalam tubuh KBPP Polri secara berkelanjutan.

“Kaderisasi ini adalah investasi sumber daya manusia yang sangat penting. Kita ingin memastikan anak-anak Polri, sebagai bagian utuh dari Bhayangkara Negara, tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan pelindung masyarakat, dengan tanggung jawab besar bagi bangsa dan negara,” ujar Evita di Satlat Brimob Cikeas, Jumat (25/7/2025).membangun citra positif KBPP Polri. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi fondasi dalam mencetak para pemimpin masa depan yang berkarakter nasionalis, cinta tanah air, dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kaderisasi menjadi jembatan antargenerasi agar semangat, nilai, dan tujuan organisasi terus hidup dan relevan. Kader-kader muda inilah yang nantinya akan memimpin dan menjaga marwah organisasi ke depan,” imbuhnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat tinggi, aktif berdiskusi, terbuka untuk belajar, serta menjunjung disiplin selama proses berlangsung.

Petugas Kewalahan Padamkan Api di Lahan Gambut Muarojambi, Ini Penyebabnya

Petugas Kewalahan Padamkan Api di Lahan Gambut Muarojambi, Ini Penyebabnya

Petugas Kewalahan Padamkan Api di Lahan Gambut

 Kebakaran lahan gambut di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, masih belum berhasil dipadamkan hingga hari keempat.

Satgas Karhutla Provinsi Jambi mengaku kesulitan memadamkan api akibat cuaca panas, angin kencang, dan terbatasnya sumber air.

“Hingga saat ini status api masih belum bisa dipadamkan,” ujar Paur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Jambi, Ipda Maulana Kesuma, Jumat (25/7/2025).

Maulana menyebutkan, beberapa kendala utama yang dihadapi tim gabungan dalam proses pemadaman adalah Kondisi lahan berupa gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan, minimnya sumber air di lokasi kejadian, dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

BRIN dorong preservasi artefak nusantara lewat teknologi carbon dating

BRIN dorong preservasi artefak nusantara lewat teknologi carbon dating

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong upaya bersama dalam melakukan preservasi artefak bersejarah nusantara melalui teknologi carbon dating.

Teknologi carbon dating atau penanggalan radiokarbon adalah suatu metode penentuan usia suatu objek yang mengandung materi organik dengan memanfaatkan sifat radiokarbon, di mana BRIN memiliki fasilitas tersebut.

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Kamis, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan pemanfaatan teknologi carbon dating tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, dengan mempertimbangkan banyak faktor.

“Alat mahal dan pemeliharaan operasionalnya sangat tinggi. Jadi misalnya carbon dating (dilakukan di tempat lain) itu tidak mungkin, karena itu harus ada di kawasan nuklir,” jelasnya.

Handoko mengungkapkan saat ini BRIN sudah memiliki perangkat carbon dating, namun ia menyebutkan kemampuan alat tersebut hanya mampu mendeteksi usia benda peninggalan hingga usia 50.000 tahun.

Oleh sebab itu, lanjut dia, BRIN saat ini tengah merencanakan untuk melakukan instalasi peralatan carbon dating yang baru, dengan kemampuan pendeteksian usia benda hingga jutaan tahun.

Hal ini, kata Handoko, bertujuan untuk menjadikan BRIN sebagai hulu dari preservasi peninggalan sejarah bangsa, mulai dari ekskavasi, hingga nanti ditetapkan sebagai cagar budaya untuk selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan.

“Jadi pada saat masuk di kami itu baru menjadi koleksi ilmiah arkeologi misalnya, atau manuskrip, tapi belum menjadi benda budaya. Nah untuk menjadikannya benda budaya itu yang harus kami riset,” ungkapnya.

“Jadi, itu mengapa semua koleksi ilmiah terkait dengan artefak, ekofak dari arkeologi, manuskrip Nusantara yang yang kuno-kuno, kemudian juga audiovisual yang terkait dengan bahasa lokal yang hampir punah, dan sebagainya itu disimpan di BRIN,” papar Handoko.

Meskipun fasilitas carbon dating diletakkan di BRIN, Handoko memastikan siapapun yang berkepentingan dapat memanfaatkan peralatan tersebut.

“Hal-hal seperti itu yang membuat lebih murah diletakkan di BRIN. Semua infrastruktur di BRIN itu kan dibuka untuk umum. Jadi semua teman kampus bisa (meneliti) dan sampai saat ini juga begitu, mereka semua datang ke sana untuk melakukan riset tersebut. Setelah itu menjadi benda budaya, menjadi story, dan sebagainya, baru itulah yang akan kami dorong untuk menjadi ekonomi kreatif,” tutur Laksana Tri Handoko.

https://outsidecontrol.com/